Cara Install Ubuntu Server 26.04 LTS dan Over-Provisioning Storage SSD

Berikut adalah panduan instalasi lengkap yang disesuaikan khusus untuk spesifikasi Intel Core i3-13100, RAM 8GB, dan NVMe 128GB (Target Partisi 100GB).

Tahap Awal & Booting (UEFI Mode)

  1. Pasang flashdisk bootable GPT/UEFI yang sudah dibuat sebelumnya, nyalakan server, lalu tekan tombol BIOS (F2/Del).
  2. Pastikan CSM/Legacy Mode = Disabled, dan pilih booting pertama ke flashdisk dengan prefix "UEFI: [Nama Flashdisk]".
  3. Pada layar pertama (Subiquity Installer), pilih Try or Install Ubuntu Server.

Tahap Konfigurasi Dasar

  1. Language: Pilih English (rekomendasi untuk server agar mudah troubleshooting log).
  2. Installer Update: Jika server terhubung ke internet, akan ada opsi update installer. Pilih Continue without updating agar proses berjalan cepat menggunakan basis ISO yang ada.
  3. Keyboard Configuration: Biarkan default pada Layout: US.
  4. Type of Installation: Pilih Ubuntu Server (bukan yang minimized) agar paket-paket dasar administrator terinstal lengkap.
  5. Network Connections: Secara otomatis mendeteksi DHCP. Jika ingin dibuat statis, tekan Enter pada nama interfaceEdit IPv4 → ubah ke Manual → masukkan IP, Subnet, dan Gateway sesuai topologi jaringan kamu.
  6. Proxy & Ubuntu Mirror: Kosongkan proxy jika tidak pakai. Pada bagian Mirror, biarkan mengarah ke mirror lokal Indonesia (misal: id.archive.ubuntu.com) untuk kecepatan repository yang optimal.

Tahap Krusial: Guided Storage Configuration (Trik Over-Provisioning)

Di bagian ini, kita tidak akan memakai seluruh kapasitas disk. Ikuti panduan berikut langkah demi langkah:

  1. Saat berada di layar Storage Configuration, pastikan pilihan utama berada di opsi Guided storage configuration.
  2. Pilih drive NVMe 128 GB kamu sebagai target disk.
  3. Pada opsi di bawahnya, HAPUS tanda centang (uncheck) pada pilihan "Use an entire disk". Wajib memilih Custom storage layout.
  4. Setelah tidak dicentang, akan muncul kolom ukuran yang bisa diedit. Ubah kapasitas total yang akan digunakan menjadi 100G (atau tulis tepat 100 GB).
  5. Pastikan juga opsi "Set up this disk as an LVM group" tetap tercentang. LVM sangat berguna jika di kemudian hari kamu ingin menambah storage secara dinamis.
  6. Klik Done.

Efek dari langkah ini: Installer Ubuntu hanya akan menyentuh tabel partisi GPT sebesar 100 GB untuk kebutuhan sistem (termasuk partisi /boot/efi dan LVM logical volume). Sisa kapasitas sebesar 28 GB akan otomatis dibiarkan mentah sebagai unallocated space. Kontroler internal NVMe akan mendeteksi ruang kosong ini dan menggunakannya sebagai area swap cell cadangan untuk over-provisioning secara otomatis.

  1. Di layar berikutnya (Storage Summary), periksa kembali strukturnya. Jika sudah sesuai (Total size teralokasi ~100GB), pilih Done dan konfirmasi Continue pada peringatan penghapusan data.

Tahap Akhir & Finalisasi

  1. Profile Setup: Isi data server kamu:
    • Your name / Username: (Misal: sysadmin)
    • Server's name (Hostname): (Misal: myserver)
    • Password: Buat password yang kuat.
  2. Ubuntu Pro: Pilih Skip for now.
  3. SSH Setup: Centang Install OpenSSH server. Ini wajib agar server bisa di-remot lewat Putty atau Terminal.
  4. Featured Server Snaps: Lewati saja (langsung pilih Done di paling bawah).
  5. Proses Instalasi: Installer akan berjalan melakukan copying data dan instalasi kernel.
  6. Selesai: Begitu muncul tulisan Installation complete di bagian atas, pilih tombol Reboot Now di paling bawah.
  7. Saat server mulai reboot, cabut flashdisk dari port USB, lalu tekan Enter.

Setelah server menyala kembali, kamu tinggal login menggunakan username dan password yang dibuat di Tahap Akhir tadi. NVMe kamu kini berjalan dengan performa maksimal dan daya tahan ekstra berkat ruang over-provisioning yang aman terjaga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara mendapatkan layanan (Maspur) jasa perbaikan jaringan internet yang stabil

Jasa Setting Miktotik dan Solusi Jaringan Wuzz Wuzz - Anti Lemot

Cara Optimasi ISP Ribuan User