OVER-PROVISIONING SSD 128GB di UBUNTU

OPTIMASI STORAGE & OVER-PROVISIONING UBUNTU SERVER 26.04 LTS (SSD 128 GB)

I. LATAR BELAKANG & TUJUAN

Tingginya aktivitas I/O (Input/Output), penulisan log yang masif, serta proses routing/caching pada infrastruktur server dapat mempercepat keausan sel NAND Flash pada SSD/NVMe. SOP ini dibuat untuk menerapkan Over-Provisioning (OP) manual sebesar 28 GB (21.8%) pada SSD berkapasitas 128 GB. Dengan menyisakan ruang sebagai unallocated space, kontroler SSD memiliki pool cadangan yang luas untuk manajemen wear-leveling, garbage collection, dan bad block pengganti, sehingga performa IOPS tetap stabil dan umur SSD meningkat drastis.

II. ALOKASI & STRUKTUR SKEMA PARTISI (TOTAL TARGET: 100 GB)

Pada arsitektur UEFI modern, kita akan membagi ruang 100 GB tersebut ke dalam skema partisi berikut:

No Nama Partisi / Mount Point Kapasitas File System Keterangan / Fungsi
1 /boot/efi 1 GB (1024 MB) VFAT/FAT32 Berisi bootloader EFI. Wajib ada untuk sistem UEFI Gen 10 ke atas.
2 /boot 2 GB (2048 MB) ext4 Tempat penyimpanan kernel Ubuntu. Terpisah agar booting lebih aman.
3 / (Root / LVM Volume) 97 GB ext4 Menyatu dalam LVM Group untuk OS, Aplikasi, dan Data.
4 Unallocated Space 28 GB None (Raw) Area Over-Provisioning. Jangan diformat/disentuh oleh installer.
Catatan RAM & Swap: Karena server menggunakan RAM fisik sebesar 8 GB (2 × 4 GB), pembuatan partisi Swap default berupa berkas (/swap.img) di dalam partisi root sudah mencukupi, sehingga tidak perlu membuang sisa space untuk partisi swap dedicated di tingkat harddisk.

III. LANGKAH-LANGKAH EKSEKUSI PADA INSTALLER UBUNTU

Saat proses instalasi masuk pada menu Storage Configuration, ikuti instruksi manual berikut secara berurutan:

Langkah 1: Masuk ke Mode Custom (Manual)

  1. Pilih opsi Custom storage layout pada layar utama Storage Configuration.
  2. Pilih tombol Done untuk masuk ke menu Storage Summary interaktif.

Langkah 2: Pembuatan Partisi EFI (Bootloader)

  1. Cari nama device SSD 128 GB kamu pada bagian AVAILABLE DEVICES.
  2. Tekan Enter pada nama SSD tersebut, lalu pilih Add GPT Partition.
  3. Masukkan parameter berikut:
    • Size: 1G (atau 1024M)
    • Format: vfat/fat32
    • Mount: /boot/efi
  4. Pilih Create.

Langkah 3: Pembuatan Partisi Boot

  1. Tekan Enter kembali pada sisa ruang kosong di SSD (Free Space), pilih Add GPT Partition.
  2. Masukkan parameter berikut:
    • Size: 2G (atau 2048M)
    • Format: ext4
    • Mount: /boot
  3. Pilih Create.

Langkah 4: Alokasi Volume Root LVM (Sistem Utama 97 GB)

  1. Tekan Enter pada sisa Free Space, pilih Add GPT Partition.
  2. Masukkan parameter berikut:
    • Size: 97G
    • Format: ext4 (atau biarkan sebagai komponen LVM XFS jika menggunakan skema LVM bawaan Ubuntu)
    • Mount: /
  3. Pilih Create.

Langkah 5: Validasi Akhir Sebelum Flashing

  1. Perhatikan bagian bawah struktur tabel partisi pada layar monitor.
  2. Pastikan terdapat baris Free Space atau Unallocated Space yang tersisa sebesar kurang lebih 26 GB hingga 28 GB yang TIDAK memiliki status mount point ataupun format file system.
  3. Jika kalkulasi sudah presisi, arahkan kursor ke tombol Done di paling bawah, lalu tekan Enter.
  4. Muncul pop-up konfirmasi tindakan destruktif, pilih Continue.

IV. VALIDASI PASCA INSTALASI (CEK VIA TERMINAL)

Setelah instalasi selesai dan server berhasil reboot, masuk ke terminal SSH dan jalankan perintah berikut untuk memastikan ruang Over-Provisioning berhasil lolos dari sistem operasi:

sudo lsblk
Indikator Keberhasilan: Total kapasitas yang dibaca pada disk utama (misal: /dev/nvme0n1) adalah ~119 GiB (konversi biner dari 128 GB), namun total akumulasi dari partisi nvme0n1p1, nvme0n1p2, dan nvme0n1p3 hanya akan menyentuh angka 100 GB. Sisa ruang yang tidak terdaftar di sub-partition tersebut menandakan trik OP kita sukses dibaca oleh kontroler internal SSD sebagai ruang wear-leveling.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara mendapatkan layanan (Maspur) jasa perbaikan jaringan internet yang stabil

Jasa Setting Miktotik dan Solusi Jaringan Wuzz Wuzz - Anti Lemot

Cara Optimasi ISP Ribuan User