Laporan Hasil Audit vber.net

Laporan Audit Jaringan & Rekomendasi Optimasi: vber.net

1. Analisis Topologi dan Kondisi Eksisting

Saat ini, infrastruktur jaringan vber.net beroperasi secara sentralistik pada satu unit server fisik tunggal (single point of failure) dengan rincian beban operasional sebagai berikut:

  • Perangkat Utama: 1x Server Dell PowerEdge R630 menjalankan MikroTik RouterOS v6 x86.
  • Kapasitas Uplink WAN: 1 Link ISP dengan bandwidth 1,5 Gbps.
  • Beban Pelanggan Aktif: Menangani 759 User PPPoE aktif dan 130 ~ 150 User Hotspot aktif secara bersamaan.
  • Pola Beban Kerja: Seluruh tugas jaringan mulai dari Edge Routing, Centralized NAT, PPPoE Server, Hotspot Server, Simple Queue shaping, DNS relay, hingga pemantauan grafik internal bertumpu pada satu perangkat operasional yang sama.

2. Identifikasi Kelemahan Sistem & Titik Bottleneck

  1. CPU Clock Speed Kurang Memadai & CPU Load Membengkak: Penanganan trafik 1,5 Gbps bersamaan dengan antrean queue untuk ~900 user menuntut kemampuan single-core performance tinggi. Clock speed CPU eksisting yang kurang tinggi memicu lonjakan CPU load dan menyebabkan koneksi lag/delay (packet latency spike).
  2. Bottleneck Kernel RouterOS v6: Sistem operasi RouterOS v6 tidak mampu membagi beban interupsi jaringan (softirq) secara simetris dan merata ke seluruh core prosesor yang tersedia, memicu single-core throttling.
  3. Keterbatasan Throughput Memori (Single-Channel RAM): Server hanya menggunakan 1 keping RAM (single channel), membatasi jalur bus transfer data saat memproses paket berukuran besar dan PPS (packet per second) tinggi.
  4. Ketiadaan Local Recursive DNS Server: Bergantung sepenuhnya pada DNS publik pihak ketiga mengakibatkan query sering terkena limit (DNS rate limiting), menimbulkan keluhan internet tersendat-sendat saat membuka konten baru, serta menambah beban tabel koneksi (conntrack) di MikroTik.
  5. Beban Layanan Bertumpuk Tanpa Pemisahan Fungsi: Belum ada pemisahan antara router pusat (Core) dan router akses pelanggan (BRAS). Layanan stateful (NAT) bertabrakan langsung dengan pemrosesan sesi pelanggan (PPPoE, Hotspot, dan Queue).
  6. Overhead Internal Service (Tool Graphing Aktif): Fitur internal Tool > Graphing berjalan aktif pada mesin produksi, menguras siklus CPU dan I/O disk yang seharusnya diprioritaskan untuk *forwarding* paket.

3. Rekomendasi Solusi & Target Optimasi (Decoupled Architecture)

  1. Upgrade Komponen Internal Dell R630 (Fungsional Khusus BRAS): Mempertahankan unit Dell R630 yang ada khusus sebagai Router BRAS dengan melakukan upgrade hardware (Dual Processor Xeon frekuensi tinggi dan RAM multi-channel) serta menonaktifkan seluruh fungsi NAT dan Tool Graphing.
    • Dampak: Pemrosesan antrean 759 PPPoE dan 150 Hotspot berjalan ringan dan bebas interupsi beban NAT.
  2. Pengadaan 1 Unit Mesin Router Core Baru: Menambah 1 unit mesin router fisik baru yang bertindak sebagai Edge/Core Router untuk menangani uplink 1,5 Gbps, LB/routing BGP/Static jika nanti dibutuhkan, dan pusat translasi alamat (Centralized NAT).
    • Dampak: Mengisolasi domain kegagalan (fault domain) dan memudahkan ekspansi multi-WAN di masa mendatang.
  3. Migrasi Sistem Operasi ke RouterOS v7: Mengupgrade sistem operasi router ke RouterOS v7 untuk mengaktifkan dukungan pemrosesan interupsi multi-queue yang tersebar merata ke seluruh core prosesor.
  4. Implementasi Dedicated Local DNS Server (Unbound): Membangun server DNS recursive mandiri berbasis Ubuntu Server 24.04 LTS di jaringan internal.
    • Dampak: Resolusi domain instan (<1 ms), browsing menjadi sangat mulus (smooth), dan bebas limit kuota DNS pihak ketiga.
  5. Implementasi Dedicated NMS Server (Zabbix): Mengalihkan seluruh tugas pemantauan jaringan ke server Zabbix mandiri berbasis SNMP.
    • Dampak: Monitoring trafik dan kesehatan perangkat berlangsung komprehensif tanpa membebani performa router produksi.

4. Kebutuhan Upgrade Komponen & Pengadaan Perangkat Baru

Berikut adalah rincian kebutuhan upgrade untuk mesin eksisting serta pengadaan unit tambahan guna merealisasikan topologi baru:

NoPerangkat / SpesifikasiFungsi UtamaJumlah
1 Upgrade BRAS Eksisting (Dell R630)
• CPU: 2x Intel Xeon E5-2637 v4 (3.50 GHz Base / 3.70 GHz Turbo)
• RAM: Upgrade ke 2x 8GB (Dual-Channel) / 4x 4GB (Quad-Channel)
• OS: Upgrade ke RouterOS v7 x86
Sebagai Router BRAS dedicated untuk terminasi PPPoE & Hotspot beserta Queue management tanpa beban NAT. 1 Paket Upgrade
2 Pengadaan Unit Baru: Router Core
Opsi Enterprise: Dell R630 (2x Xeon E5-2637 v4, 4x 4GB RAM, 4x 256GB SSD RAID 10, NIC Intel X710-DA2 Dual 10G SFP+)
Opsi Rakitan Custom: Intel Core i5-10600K, Mobo B560M/B460M, 2x 8GB DDR4 3200MHz, NVMe 250-500GB, NIC Intel X710-DA2 10G SFP+, PSU Seasonic/Corsair 500W-550W 80+, Casing 4U / Mid-Tower High Airflow
Sebagai Router Core untuk sentralisasi NAT Masquerade, routing WAN ISP 1.5 Gbps, dan Edge Firewall. 1 Unit
3 Dedicated DNS Server Mandiri
• CPU: Intel Core i3-8100
• RAM: 2x 4GB (Dual-Channel)
• Storage: SSD 250GB
• NIC: Intel X710-DA2 / Server Adapter
• OS: Ubuntu Server 24.04 LTS (Unbound DNS)
Sebagai Recursive Local DNS Resolver untuk akselerasi akses internet pelanggan dan pemangkas latensi query. 1 Unit
4 Dedicated NMS Server (Zabbix)
• CPU: Intel Core i5-10600K
• RAM: 2x 8GB (Dual-Channel)
• Storage: SSD NVMe 500GB (High Endurance)
• NIC: Intel X710-DA2 / Server Adapter
• OS: Ubuntu Server 24.04 LTS (Zabbix Server)
Sebagai server monitoring SNMP terpusat menggantikan fitur Tool Graphing internal MikroTik. 1 Unit

5. Rencana Desain Arsitektur Baru (Target Architecture)

Seluruh interkoneksi utama antara Router Core, Router BRAS, dan server layanan menggunakan interface 10G SFP+ guna menjamin ketersediaan bandwidth tanpa hambatan.

Pola Interkoneksi & Distribusi Layanan:

  • Router Core (Unit Pengadaan Baru):
    • Port SFP+ 1 WAN ↔ Uplink ISP 1,5 Gbps (Siap ekspansi Multi-WAN / LB/ BGP jika dibutuhkan dikemudian hari).
    • Port SFP+ 2 ↔ Dedicated Unbound DNS Server (Akses query cepat via jaringan lokal).
    • Port SFP+ 3 ↔ Dedicated Zabbix NMS Server (Polling SNMP).
    • Port SFP+ 4 ↔ Router BRAS Dell R630 (Link Interkoneksi / Routing Transit).
  • Router BRAS (Dell R630 Eksisting yang Di-upgrade):
    • Port SFP+ 1 ↔ Terhubung ke Router Core (Hanya menerima IP Publik hasil NAT / Transit Routing).
    • Port SFP+ 2 ↔ Terhubung ke Switch Distribusi / OLT (VLAN PPPoE & Hotspot Pelanggan).
📌 Hasil Akhir yang Didapatkan: Koneksi internet pelanggan akan menjadi jauh lebih stabil, responsif, dan lancar (wuzz wuzz) berkat kehadiran DNS Unbound lokal. Beban CPU pada router BRAS Dell R630 akan menurun drastis karena pembebasan tugas NAT dan optimalisasi RouterOS v7 multi-core. Selain itu, arsitektur menjadi sangat scalable di mana penambahan kapasitas uplink atau penambahan ISP baru dapat dilakukan di Router Core kapan saja tanpa mengganggu kestabilan sesi pelanggan aktif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara mendapatkan layanan (Maspur) jasa perbaikan jaringan internet yang stabil

Alur Antrian Jasa Setting dan Optimsi Jaringan

Cara Install Ubuntu Server 26.04 LTS dan Over-Provisioning Storage SSD