Laporan Audit Jaringan: CAHAYA.NET
LAPORAN AUDIT & REKOMENDASI INFRASTRUKTUR JARINGAN
Nama Jaringan / ISP: cahaya.net
Pemilik / Client: Aditia
Tanggal Audit: 20 September 2026
Auditor / Engineer: Purwanto (Network Engineer & Systems Administrator)
I. Executing Environment & Topologi Saat Ini
1. Segmentasi Core & Load Balancing
- Router Load Balancing (LB): MikroTik CCR2004
- Uplink / Supply: 10 Line ISP (Multi-WAN)
2. Segmentasi Distribusi & Akses Pelanggan
- Router PPPoE: MikroTik RB5009 (Kapasitas aktif: 98 user)
- Router Hotspot: MikroTik CCR2116 (Kapasitas aktif: 576 user pada peak-time 17.00 – 22.00 WIB)
- Switching WAN (Pendukung): MikroTik CRS310
II. Temuan Masalah (Audit Findings) & Analisis Impact
Temuan 1: Ketergantungan pada Public Recursive DNS (8.8.8.8 / 1.1.1.1)
Jaringan belum memiliki Local Recursive DNS Resolver sendiri dan masih mengandalkan DNS publik pihak ketiga.
- Akar Masalah: Kurangnya DNS Resolver internal untuk mengelola jutaan permintaan pencarian domain lokal.
- Dampak Operasional:
- Terkena rate-limiting query DNS dari DNS publik akibat tingginya lalu lintas query dari ratusan user secara simultan.
- Terjadi high latency/delay saat resolved domain, yang dirasakan pelanggan sebagai koneksi lambat/buffering saat membuka konten popular (TikTok, YouTube, Facebook, WhatsApp, dsb.).
- RTT (Round Trip Time) query DNS meningkat karena lalu lintas resolution harus melintasi jaringan WAN luar secara berulang untuk domain yang sama.
Temuan 2: Bottleneck Performance pada Router Load Balancing (CCR2004)
Router CCR2004 mengalami beban komputasi tinggi akibat penanganan teknik Load Balancing 10 Line WAN bersamaan dengan Connection Tracking yang padat saat peak-time.
- Akar Masalah: Beban routing dan pemrosesan koneksi WAN yang melebihi batas optimum kerja CPU router.
- Dampak Operasional:
- Utilisasi CPU pada CCR2004 membengkak hingga 60% pada jam sibuk.
- Penurunan performa packet forwarding, throughput constraint, dan munculnya packet jitter pada trafik pelanggan secara umum.
III. Rekomendasi Solusi & Perencanaan Upgrade
1. Deployment Local Recursive DNS Resolver (Priority: HIGH)
Mengimplementasikan Dedicated DNS Resolver lokal berbasis Ubuntu Server 24.04 LTS + Unbound DNS untuk melakukan caching query domain lokal, mengeliminasi rate limit DNS publik, serta mempercepat waktu lookup konten.
Rekomendasi Spesifikasi Hardware Server DNS (Bare-Metal / PC Tower):
| Komponen Hardware | Spesifikasi Rekomendasi |
|---|---|
| Processor | Intel Core i3 (Gen 8 / 9 / 10) atau setara |
| RAM | 16 GB (Wajib Dual-Channel 2x8 GB) untuk mengoptimalkan bandwidth memory |
| Storage | NVMe / SSD 250 GB |
| Network Interface (NIC) | Intel X710-DA2 (Dual-Port SFP+ 10GbE) |
| OS / Software Stack | Ubuntu Server 24.04 LTS + Unbound DNS |
• Hindari Mini PC: Tidak disarankan untuk operasional ISP 24/7 karena terbatasnya thermal dissipation dan durabilitas VRM.
• Form Factor: Gunakan PC Tower standar dengan motherboard ukuran ATX/mATX bertipe airflow baik, atau sangat disarankan menggunakan Server Refurbished Enterprise seperti Dell PowerEdge R630 yang saat ini sangat terjangkau dan memiliki reliabilitas kelas data center (redundant PSU, ECC Memory, enterprise cooling).
2. Upgrade Infrastructure Router Load Balancing (Priority: HIGH)
Untuk mengatasi CPU bottleneck pada 10 WAN, direkomendasikan melakukan upgrade pada sektor Load Balancing:
- Opsi A (Appliance): Upgrade Router LB ke MikroTik CCR2116-12G-4S+ (memiliki single-core performance jauh lebih tinggi dan penanganan packet per second yang jauh lebih masif dibanding CCR2004).
- Opsi B (Custom x86 RouterOS): Menggunakan PC/Server Router RouterOS v7 x86-64 dengan spesifikasi setara Server DNS (Intel Core i3 Gen 8+, RAM 2x8GB Dual Channel, NIC Intel X710-DA2 / X710-DA4).
3. Optimasi Aggregation Switch / WAN Switch (Priority: OPTIONAL / MEDIUM)
- Kondisi Saat Ini: Menggunakan MikroTik CRS310.
- Saran Perbaikan: Jika anggaran memungkinkan, lakukan upgrade switch distribusi WAN ke MikroTik CRS326-24G-2S+. Switch ini menyediakan port RJ45 lebih banyak untuk fleksibilitas pembagian 10 WAN ISP serta ketersediaan uplink SFP+ 10G ke Router LB.
IV. Kesimpulan & Urutan Eksekusi (Action Plan)
Prioritas utama yang sangat mendesak (critical path) untuk menyelesaikan keluhan koneksi lambat dan CPU membengkak adalah:
- Pengadaan & Pengkonfigurasian Dedicated Server DNS Local (Ubuntu + Unbound).
- Upgrade Router Load Balancing (CCR2004 ke CCR2116 atau Custom x86-64 RouterOS).
- (Opsional) Upgrade Switch WAN ke CRS326-24G-2S+ setelah poin 1 dan 2 terpenuhi.
Demikian laporan audit dan rekomendasi teknis ini dibuat berdasarkan hasil analisis kondisi riil jaringan di lapangan. Semoga dapat menjadi acuan pertimbangan dalam pengembangan infrastruktur cahaya.net.
Hormat kami,
Purwanto
Network Engineer & Systems Administrator
Komentar
Posting Komentar